Jumat, 09 Maret 2012

De Quervain Syndrome

De Quervain Syndrome adalah penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada tendo-tendo dari m. Abductor pollicis longus dan m. Extensor pollicis brevis yang bersama-sama ke satu selubung tendo. Beberapa penyebab De Quervain Syndrome adalah idiopatik atau tidak diketahui, tetapi penggunaan sendi yang berlebihan atau overuse (terutama pada ibu jari) sering memunculkan De Quervain Syndrome.

Kebanyakan penyebab lain adalah pemakaian otot yang berlebihan, umumnya terjadi di sekitar pergelangan tangan, misalnya terlalu banyak menulis, mengetik, pekerjaan merakit, dan sebagainya dapat memicu peradangan.

Gejala dan keluhan yang dapat ditimbulkan oleh sindrom ini antara lain rasa nyeri saat menggerakkan pergelangan tangan, timbul bengkak sekitar pergelangan tangan, spasme m. abductor pollicis longus dan m. extensor pollicis brevis, serta adanya nyeri tekan sekitar processus styloideus radii.

Kalau di lihat dari segi anatomis, tangan, pergelangan tangan dan jari merupakan bagian dari ekstremitas atas yang mudah sekali terkena injury. Salah satu gangguan yang sering terjadi yaitu adanya cidera pada m.abductor pollicis longus dan m. extensor pollicis brevis karena mengalami gangguan gerak pada ibu jarinya atau yang disebut dengan ”De Quervain Syndrome”. De Quervain Syndrome terjadi pada kebanyakan wanita usia 40-50tahun.

Senin, 05 Maret 2012

UKK Sekunder

1. squama: sisik berupa lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit.

2. Krusta: kerak atau keropeng yang meunjukkan adanya cairan yang mengering.

3. erosi: lecet kulit yang diakibatkan kehilangan lapisan kulit sebelum staturm basalis, yang ditandai dengan keluarnya serum.

4. ekskoriasi: lecet kulit yang disebabkan kehilangan lapisan kulit melampaui stratum basalis yg ditandai adanya bintik perdarahan dan serum.

5. ulkus: tukak atau borok, disebabkan hilangnya jaringan lebih dalam dari ekskoriasi, memiliki tepi, dinding, dasar, dan isi.

6. likenifikasi: penebalan lapisan eidermis di sertai guratan garis kulit yang semakin jelas, akibat garukan atau usapan yang bersifat kronis.

7. Atropi: penipisan lapisan epidermis ataupun dermis.

8. skar: digantikanjaringan normal kulit dengan jaringan fibrotik pada tempat penyembuhan luka, contoh: skar hipertrofi, keloid, dan dispigmentasi.

9. sklerosis: pengerasan atau indurasi lapisan kulit.

10. teleangiektasi: dilatasi atau pembelaran pembuluh darah superfisialis

11. nikolsky’s sign: vesikel atau bula melebar jika di tekan; lepasan perlekatan kulit pada penekanan yang ringan baik pada tepi lesi maupun tengah lesi.

UKK Primer

1. Makula: bercak pada kulit, berbatasa tegas, berupa perubahan warna semata.

2. Papula: penonjolan di atas kulit, sirkumskripta, diameter 0,5 cm, dan berisikan zat padat.

3. plak: papula datar, diameter lebih dari 1 cm

4. Urtika: penonjolan yang ditimbulkan akibat edema setempat yang timbul mendadak dan dapat hilang sendiri secara perlahan.

5. nodul: tonjolan berupa masa padat yang sirkumskripta, dengan ukuran bervariasi antara 0,5-2 cm, dapat terletak pada lapisan epidermis, dermis, atau sub kutan.

6. vesikel: lepuh berisis cairan serum, memiiki atap atau dasar, diameter <0,5 cm

7. bula: vesikel yang berukuran >0,5 cm

8. pustula: lepuh berisi nanah. Bila nanah mengendap di dasar lepuh, disebut hipopion.

9. Kista: ruangan / kantong berdinding dan berisi cairan atau material semi solid (sel atau sisa sel), biasanya pada lapisan dermis.

10. purpura: warna merah dengan batas tegas yang tidak hilang jika ditekan, terjadi karena adanya ekstravasasi dari pembuluh darah ke jaringan.

Minggu, 04 Maret 2012

TENS

TENS (transelectrocutaneus nerve stimulation) adalah suatu modalitas elektrik yang digunakan sebagai alat untuk mengatasi nyeri.

Indikasi TENS:

1. Nyeri akut

Terutama pada kasus cedera olahraga ringan seperti cedera sendi lutut ataupun bahu. Juga efektif pada kasus nyeri punggung, keseleo/terkilir pada otot dan ligamen, tengeng/torticolis, keterbatasan gerak sendi, kaku dan nyeri pada otot tubuh, pegal/nyeri pada daerah tengkuk, pada pungung, dan daerah pinggang.

2. Nyeri kronik

Terdapat pada rematik, radang sendi (osteoarthritis), neuropati perifer (pd penderita DM), cedera syaraf tepi, nyeri pasca amputasi, dan nyeri pasca sakit herpes.

3. Nyeri pasca tindakan/ operasi/melahirkan

4. Nyeri pada pinggang pasca melahirkan, susah buang air besar, nyeri kepala pasca operasi sectio caesar, dan kesulitan buang air kecil pasca melahirkan.

Rabu, 01 Februari 2012

ukuran lesi kulit

1) Milier: sebesar kepala jarum pentul
2) Lentikular: sebesar biji jagung
3) Numular: sebesar uang logam, diameter 3-5 cm
4) Plakat: lebih besar dari numular, diameter >5 cm

susunan lesi kulit

1) Liniar: seperti garis lurus
2) Sirsinar/ Anular: seperti lingkaran
3) Polisiklik: tepi lesi sambung menyambung membentuk lingkaran
4) Korimbiformis: susunan seperti induk ayam yang dikelilingi anaknya (lesi satelit)
5) Iris-Target: bentuk eritematosa dengan gambaran mirip iris mata
6) Herpetiformis: susunan lesi lepuh yang bergerombol